Kamis, 12 Juni 2008

KEMENANGAN ITU DARI ALLAH SWT

KEMENANGAN ITU DARI ALLAH SWT

SYAFIUDDIN FADLILLAH, Lc, M.Si
KADERISASI DPRa PKS CAWANG

Hanya dalam sekitar jangka waktu 25 tahun sebuah generasi terbaik mampu dihasilkankan oleh Nabi Muhammad SAW. Generasi yang berhasil mengua-sai dunia lebih dari tiga ratusan tahun, mampu menaklukkan peradaban tua dan perkasa Persia dan Roma (Amerika dan Eropa abad ini).
Tidak hanya itu generasi terpilih itu juga mampu menorehkan sejarah terbaik manusia dengan sikap dan prilakunya.
Peradaban bukan saja dalam kemajuan materi dan tekhnologi namun yang lebih penting dari itu adalah terkumpulnya keunggulan ilmu dan aplikasi dalam generasi itu.
Suatu ketika seorang Yahudi melihat sosok khalifah Umar yang sedang tertidur lelap dibawah pohon kurma si yahudi yang baru datang dari kampung-nya ingin bertemu pimpinan Negara mengatakan kepada Umar yang sedang tertidur : “Sungguh sikapmu yang adil membuatmu nyaman tertidur lelap dibawah pohon tak takut ancaman apapun”.
Generasi Assabiqunal Awwalun adalah generasi Islam sejati dengan model yang berkarakter begitu kuat dengan didikan baginda Rasul SAW.
Abu Bakar menjadi pribadi yang begitu percaya dengan Rasul, karena didikan Rasul yang tak pernah memberikan contoh berbohong kepadanya, hingga Abu Jahal terheran dengan sikap sangat percayanya Abu Bakar dengan Rasul.
Umar menjadi seorang yang begitu yakin dengan prinsipnya hingga setan pun takut jika Umar berjalan.

Salman Al Farisi menjadi begitu kuat keinginannya untuk mencari kebenaran hingga akhirnya bertemulah ia dengan Nabi dan iapun kemudian menjadi pecinta ilmu yang sangat kritis hingga Rasul bersabda : “Jika saja suatu ilmu berada jauh dilangit sana maka tentulah anak-anak persialah yang akan pertama kali mencapainya”.

Begitu banyaknya orang pilihan disisi Rasul SAW yang kemudian menjadi pilar- pilar kemajuan Islam menjadikan perjalanan dakwah saat ini begitu cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Namun catatan penting yang tak boleh dilupakan adalah ternyata kekuatan mereka justru datang dari kekuatan ruhiyah yang begitu kuat hingga menciutkan kekuatan musuh. Perang badar, tabuk, khandak adalah contoh kemenangan generasi ini yang walau dengan kekuatan sangat sederhana namun karena kekuatan ruhiyah yang tinggi mampu mengalahkan kekuataan musuh yang jumlahnya begitu banyak.

Perang khandaq menjadi pelajaran perjalanan dakwah ini, ditengah kekurangan segala bentuk kebutuhan logistic, namun karena kekuatan spiritual akhirnya kemenangan justru bisa diraih.
Kekuatan musuh pada perang khandaq begitu dahsyat karena semua kekafiran bersatu untuk menghancurkan dakwah, Yahudi dan Musyrikin bersatu menghancurkan Islam.
Kekuatan ruhiyah kemudian muncul. Walau dengan kekuatan jumlah personil yang sedikit dan sedang dalam keadaan berpuasa pula karena bertepatan dengan bulan ramadhan hingga Rasul dan para sahabat mengikatkan batu pada perut mereka untuk mengurangi rasa lapar namun mampu menggali parit sejauh 20 KM dengan kedalaman dan lebar sekitar 9 Meter.
Dalam sejarah generasi ini kemenangan sebagian besar diraih dengan kekuatan spiritual (ruhiyyah) yang kuat bukan dengan kekuatan logistic, persenjataan dan jumlah pasukan, bahkan justru pada perang Hunain yang jumlah ummat Islam lebih besar dari jumlah musuh dan ummat begitu yakin akan kemenangan karena jumlah yang begitu banyak justru kekalahanlah yang dihadapi.

Jadi tak selamanya kekuatan persenjataan menjadi satu-satunya penentu kemenangan namun kekuatan ruhiyahlah penentu kemenangan itu. Apalagi jika kekuatan ruhiyah juga didukung dengan kekuatan penguasaan tekhnologi tentu lebih mempercepat proses meraih kemenangan itu.

Pelajaran inilah yang harus ada pada ummat saat ini, kemenangan dakwah ukuran utamanya adalah kekuatan spiritual yang begitu kuat pada seluruh kader dakwah.

Kekuatan spiritual kuncinya adalah ikhlas dan tidak memiliki kepentingan duniawi dalam keterlibatan seseorang dalam dakwah ini, Ali RA tidak pernah merasa dirinya yang paling berhak menjadi khalifah ketika syura sahabat memutuskan Umar RA lah menjadi penerus Abu Bakar walau Ali RA lebih dahulu terlibat dalam dakwah ini dan juga begitu sangat dekat dengan Rasul.

Khalid bin Walid tidak merasa tersinggung dan ikhlasnya tak berkurang ketika ia diberhentikan oleh Umar tanpa alasan yang jelas sebagai panglima pasukan ummat Islam, Khalid mengatakan “aku berperang bukan karena Umar tetapi aku berperang karena Allah SWT”.

Jadi bisa disimpulkan bahwa kekuatan spirituallah kunci kemenangan dakwah dan bukan materi. Kekuatan dan kemampuan duniawi justru bisa menjadi kelemahan jika dalam perjalanannya ummat begitu bersandar pada angka dan materi.

Seorang muslim yang ruhiyahnya selalu terjaga akan yakin bahwasannya kemenangan berasal dari Allah SWT, kalaupun kalah ia akan bersabar dan tetap istiqomah berjuang karena insya Allah itu yang terbaik dari Allah untuk saat itu bahkan jika meninggal sekalipun, bukankah kita mati dalam keadaan terhormat (Syahid)?.

Karenanya jika ingin kemenangan dakwah ini berlanjut mari merapat kepada Nya, tsabatkan (kokoh) diri dengan jalan dakwah, dan jangan silau dengan fitnah figuritas, pasangan atupun harta, tetap terus hadirkan Allah (ikhlas) dalam segala aktivitas dakwah dan jauhkan jiwa dengan kepentingan duniawi, terus menjalankan tuntunan syariah dengan ketaatan mutlak kepada Allah dan rasulnya dan jauhkan dakwah ini dari perselisihan-perselisihan duniawi karena akan menjadikan dakwah lemah dan hancur.

Terakhir, bersabarlah dengan segala rintangan dakwah karena perjalanannya masih panjang, jangan mudah menyerah dan putus asa.
Jika ingin dimenangkan Allah dalam setiap pertarungan maka tegakkan agamanya, dan sesungguhnya kemenangan itu hanya datang dari Allah SWT.
Wallahu ‘alam


Tidak ada komentar: